Tekanan Hidrostatis

Tekanan (P)

Tekanan adalah besar gaya yang bekerja pada suatu permukaan tiap satuan luas permukaan.

Tekanan (P)

dengan :

F = gaya tekan (N)

A = luas permukaan bidang (m2)

P = tekanan (N/m2)

Satuan lain dan tekanan, yaitu:

  1. N/m2 = Pa (Pascal)   =>  SI
  2. dyne/cm2  =>  cgs
  3. atm = atmosfer
  4. cmHg dengan 1 atm = 76 cmHg

Semakin kecil luas permukaannya, maka semakin besar tekanannya. ltulah sebabnya paku, pisau, dan pasak dibuat runcing.

Tekanan Hidrostatis (Ph)

Zat cair yang berada dalam bejana akan mengerjakan tekanan pada dasar bejana. Tekanan itu disebut tekanan hidrostatis. Tekanan hidrostatis adalah perbandingan antara besar gaya tekan zat cair dengan luas permukaan yang ditekannya.

Tekanan hidrostatis = gaya berat zat cair / luas dasar bejana

Tekanan hidrostatis

dengan:

P0 = tekanan udara luar = 1 atm = 76 cmHg = 1,013 x 105 Pa

h = tinggi zat cair (m)

r = massa jenis zat cair (kg/m3)

Ph = tekanan hidrostatis (Pa)

Berdasarkan persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa besamya tekanan hidrostatis tergantung pada kedalaman dan massa jenis zat cair

Hukum Utama Hidrostatis

Besamya tekanan hidrostatis pada setiap titik dalam kedalaman yang sama pada satu jenis zat cair adalah sama, walaupun bentuk bejananya berbeda dan ini disebut paradoks hidrostatis.

Hukum Utama Hidrostatis

Penerapan hukum utama hidrostatika pada pipa-U yang dapat digunakan untuk mengukur massa jenis zat cair.

Misalkan pipa-U mula-mula diisi zat cair yang telah diketahui massa jenisnya yaitu r1. Lalu, pipa yang lain diisi zat cair setinggi h2 yang belum diketahui massa jenisnya, maka massa jenis (r2) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan:

hukum utama hidrostatika 2

Hukum Pascal

Tekanan yang dikerjakan pada zat cair dalam bejana tertutup akan diteruskan ke segala arah sama besar.

Hukum Pascal

Hukum Pascal diterapkan pada:

  • dongkrak hidrolik
  • alat pengangkat mobil (mesin hidrolik pengangkat mobil)
  • meja operasi rumah sakit
  • kursi dokter gigipompa hidrolik