Self-love Dengan Nggak Underestimate Diri Sendiri

Valentine jadi hal yang mainstream kalo kita ngomongin rasa sayang ke pacar atau orang lain. Tapi pernah nggak kita balik nanya ke diri sendiri, sudahkah kita memaksimalkan rasa sayang ke diri sendiri? Misalnya dengan nggak melulu bersikap underestimate ke diri sendiri. “Yeah I know, I know when I compliment her she won’t believe me. And it’s so, it’s so sad to think that she doesn’t see what I seeBut every time she asks me ‘do I look okay?’ I say.. when I see your face, there’s not a thing that I would change. ‘Cause you’re amazing just the way you are”.

 

Pastinya pernah denger dong penggalan lirik lagu “Just The Way You Are”-nya Bruno Mars di atas? Well, pernah nggak kita mengalami situasi yang sama, di mana orang-orang terdekat bisa melihat sesuatu di diri kita yang bahkan nggak bisa dilihat oleh diri kita sendiri?

Misalnya aja, pernah nggak sih kita nggak pede dengan penampilan kita sendiri bahkan setelah ganti baju berkali-kali, padahal semua orang di rumah yang kita tanya bilang kalo kita udah cantik? Atau pernah nggak kita nggak yakin bisa melakukan sesuatu bahkan setelah Mama meyakinkan, “Kamu pasti bisa” dan setelah dilalui ternyata kita emang bisa melakukannya.

Hal ini emang seringkali terjadi guysDikutip dari Psychology Today, terkadang kita melihat diri kita sendiri less perfect and amazing than our loved one see us dan hal ini terjadi bukan karena mereka berusaha menghibur kita, tapi karena kita emang underestimate diri kita sendiri – baik itu daya tarik maupun kemampuan kita. Yap, percaya deh, nggak semua perkataan dan pujian orang-orang di sekitar kita adalah pernyataan basa-basi kok. Sometimes, the problem is on us.

Hal ini kejadian nih sama salah satu temen kita, sebut aja namanya Bintang (22 tahun). Setiap mau memulai sesuatu, A selalu pesimis duluan dan berpikir dia nggak mungkin bisa melakukannya – entah menyelesaikan suatu tugas atau mencapai suatu target. Dia selalu nggak pede dengan kualitas tugas kuliah yang dia kumpulin dan karenanya dia merasa gagal bahkan sebelum melihat hasil dari apa yang udah dikerjakannya. Di akhir semester, IPK-nya ternyata bagus-bagus aja. Temen-temen A juga sebenernya menganggap A sebagai salah satu anak yang pinter, tapi cuma A yang nggak bisa melihat kemampuannya sendiri.

Ada yang merasa relate nggak dengan apa yang Bintang rasain? Kalau ya, mungkin kita termasuk golongan orang yang underestimate diri kita sendiri. Hmm.. sebenernya kenapa sih kita merasakan hal ini dan apa yang harus kita lakuin buat stop underestimating ourselves? Coba deh simak alesan-alesan di bawah dan balik aja poin-poin tersebut buat jadi solusi kita!

 

1. WE HAVE NEGATIVE THOUGHTS ABOUT OURSELVES

Somehow we tend to be our own worst critics. Pikiran negatif tentang diri kita sendiri kayak “gue kan jelek”, “gue kan nggak pinter”, “gue kan lemot”, atau “gue kan nggak berbakat” adalah awal dari pikiran “gue nggak bakal bisa melakukannya”.

What to do: Coba yuk berlatih buat berpikir lebih positif. Kalo setelah dicoba ternyata tetep susah bagi kita buat melakukannya, seenggaknya nggak usah memberikan label ke diri kita sendiri biar kita nggak terpuruk dalam penilaian buruk yang sebenernya belum tentu bener mengenai diri kita.

 

2. WE COMPARE OURSELVES TO OTHERS

Sekararang udah makin mudah bagi kita untuk melihat kehidupan orang lain (dengan adanya media sosial, dsb), karenanya makin mudah juga bagi kita untuk membandingkan diri dengan orang-orang di sekitar kita. Hal inilah yang menurut penelitian menjadi salah satu alesan kenapa generasi milenial gampang banget merasa tertekan. Ketika kita membandingkan penampilan, kemampuan, dan pencapaian kita, pada saat itu jugalah kita rentan merasa down.

What to do: Stop comparing yourself to others! Kalo melihat apa yang dimiliki dan dicapai orang lain malah membuat kita jadi ragu sama diri kita sendiri dan bukannya memotivasi kita buat lebih baik, baiknya kita pake kacamata kuda deh. Inget kalo setiap orang terlahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Masing-masing dari kita juga berlari di lintasan yang berbeda, jadi sebenernya nggak ada gunanya juga membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.

 

3. WE OVER-PRIORITIZE OTHERS’ OPINION

Alesan lain yang seringkali membuat kita suka meremehkan diri sendiri adalah terlalu pedulinya kita dengan pendapat orang lain – entah itu pendapat orangtua, temen, atau orang-orang terdekat. Makannya nggak heran kalo ketika kita dapet komentar nggak enak atau kritik dari mereka, kita bakal kelewat berlarut-larut dalam penilaian tersebut. Kita juga jadi merasa harus mengikuti standar yang mereka buat dan ketika kita nggak berhasil mencapainya, pada saat itulah kita merasa gagal.

What to do: Focus on yourself! Kita harus inget kalo dalam hidup, nggak ada pendapat orang lain yang lebih penting dari pendapat kita sendiri. Jangan biarin pendapat dan ekspektasi orang-orang di sekitar kita mempengaruhi cara kita memandang diri kita.

 

4. WE’RE AFRAID OF FAILURE

Sadar nggak sadar, rasa takut kita akan kegagalan memunculkan semacam defense mechanism dalam diri kita yang terkadang membuat kita dengan sengaja merendahakan diri sendiri. Misalnya aja, kita mungkin bakal dengan sengaja berpikir, “Gue nggak bakal mungkin lah bisa lulus mata kuliah ini” biar kalo nantinya kita bener-bener nggak lulus mata kuliah tersebut, kita nggak bakal merasa terlalu sedih. Tapi kebiasaan berpikir kayak ginilah yang pada akhirnya membuat kita jadi terbiasa underestimate diri kita sendiri.

What to do: Jangan takut gagal! Daripada melindungi diri dengan pikiran-pikiran difensif yang malah bakal merusak self-esteem kita, mending kita terima kalo kegagalan mungkin banget terjadi dan nggak seharunya kita takut menghadapinya. Solusi realistisnya, coba deh turunin ekspektasi kita – tapi jangan keburu pesimis di awal kalo kita nggak akan bisa melakukannya,

 

5. WE HAVE LOW SELF-ESTEEM

Self-confidence atau rasa percaya diri itu semacam kepercayaan pada kemampuan diri kita, sedangkan self-esteem lebih merujuk kepada how we feel and see ourselves as individuals. Selain karena pikiran-pikiran negatif yang membuat kita jadi nggak percaya diri (seperti yang udah dibahas di poin pertama), pada kasus terburuknya mungkin kita seringkali underestimate diri sendiri karena kita emang pribadi yang rendah diri. We always feel like we’re not good enough dan susah banget buat keluar dari pikiran ini.

 

What to do: Don’t be too hard on yourself guys! Coba lebih sayang sama diri kita sendiri.