One Bag Life, Hidup Minimalis Cuma Modal Satu Tas Aja

Less is more, pasti kita pernah denger kan ungkapan ini? Ternyata beberapa orang di dunia bener-bener menerapkannya lho dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya mereka yang ngejalanin one bag life.

 

Yap, percaya nggak percaya ternyata ada aja orang yang bisa nyimpen semua barang yang mereka punya ke dalam satu tas/koper dan bertahan hidup hanya dengan barang-barang tersebut. Gaya hidup ini biasa dikenal dengan sebutan one bag life atau living out of a suitcase yang salah satunya dilakuin oleh Laura Cody dan tunangannya, Tanbay Theun. Agenda mereka setiap harinya adalah jalan-jalan keliling dunia dengan uang yang mereka dapet dari e-book, travel blog, dan channel Youtube yang mereka punya. Full time travelers ini juga kerjasama dengan beberapa perusahaan kayak hotel, travel toursrental mobil, airlines, dsb yang ikut ngebantu perjalanan mereka.

Dikutip dari MNN, Cody dan Theun ngawalin perjalanan hidup mereka dengan menjual dan nyumbangin semua barang yang mereka punya pada tahun 2013. Pasangan dari Inggris ini kemudian mutusin buat hidup berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain tanpa balik lagi ke rumah mereka dulu karena well, mereka udah nggak punya rumah buat kembali. Tempat tinggal mereka adalah di manapun lokasi yang mereka tuju dan modal mereka cuma barang seadanya yang dibawa dengan tas. Seandainya beli barang baru pun Cody dan Theun bakal mikirin bener-bener apakah mereka emang butuh barang tersebut. “We really stop and think ‘Do we need this?’ and it’s almost always ‘No’,” kata Cody.

Walaupun kekayaan seseorang biasa disamain dengan harta, tapi gaya hidup sederhana yang nggak terikat dengan benda malah ngebuat pasangan ini lebih bahagia. And yes, mereka masih menjalaninya sampe sekarang. “We don’t own a car, or a mortgage or a pension. But what we do have is geographical independenceWe’re not defined by our belongings anymore and we feel a lot happier,” kata Cody.

 

CAN WE REALLY DO IT?

Oke, gaya hidup unik pasangan di atas mungkin adalah salah satu contoh ekstrimnya. One bag life kayak yang dijalain Cody dan Theun pastinya bakal susah buat dijadiin a permanent way to live bagi kebanyakan dari kita dan bisa jadi nggak cocok buat semua orang – walaupun nggak menutup kemungkinan juga ada yang bisa melakukannya. Tapi dikutip dari minimalstudent.com, one bag life nggak selalu literally berarti hidup dengan satu tas/koper karena pada intinya yang berusaha dicapai oleh gaya hidup ini adalah gimana kita bisa mengurangi barang yang kita punya jadi sebatas barang yang kita butuhin, atau reducing out stuff down to a level that’s right for us.

Kalo kita tertarik buat nyobain gaya hidup ini tapi belum memungkinkan bagi kita buat bisa traveling kayak yang biasa dilakuin oleh orang yang living out of a suitcase, kita bisa kok nyoba menerapkannya di rumah. At least mulai dari kamar kita sendiri. The point is to clear out anything yang nggak penting dan nggak berharga buat kita. Kalo kita anak kosan dan nggak mau repot-repot ngeberesin barang di kamar, kita juga bisa kok naro semuanya di koper biar bener-bener berasa kayak one bag life he he..

 

WHAT WE CAN LEARN FROM THIS?

Dari one bag life yang merupakan salah satu bentuk gaya hidup minimalis, kita belajar kalo:

  • Kebanyakan barang yang kita punya sebenernya adalah barang yang kita pengen, bukan barang yang kita butuhin. Karena kalo mau, ternyata kita sebenernya bisa hidup hanya dengan satu tas dan hal ini udah dibuktiin oleh beberapa orang;
  • Lebih banyak benda nggak ngebuat kita lebih bahagia dan nggak seharusnya kebahagiaan kita tergantung atau terikat dengan barang yang kita miliki;
  • Ketika kita terlepas dari keterikatan dengan benda-benda, kita bisa lebih fokus dengan apa yang sebenernya berarti buat kita – entah itu hubungan, hobi atau passion kita, kayak gimana Cody dan Theun bisa lebih leluasa buat travelingGogirl! juga setuju kalo experience is better than things;
  • Barang yang lebih sedikit bakal ngebuat kita lebih terorganisir dan rapi yang udah terbukti bakal ngebuat pikiran kita lebih tenang juga. Dikutip dari US Newsprofesional organizer Angela Betancourt bilang kalo membuang barang-barang yang nggak diperlukan ternyata bisa mengurangi stres dan rasa cemas, juga membuat kita ngerasa lebih damai, percaya diri, dan yakin dalam ngambil keputusan.