Dampak Pemanasan Global dan Alternatif Solusi Energi

Dampak Pemanasan Global

Para ilmuan memperkirakan bahwa pemanasan global akan menyebabkan daerah bagian  utara dari belahan bumi utara  akan lebih panas sehingga gunung- gunung es akan mencairkan  dan daratan  akan mengecil.

Dampak lain dari  pemanasan global adalah  sebagai berikut

  • Iklim mulai tidak stabil.
  • Peningkatan permukaan laut mengakibatkan habitat terumbu karang mati.
  • Suhu global cenderung meningkat menyebabkan gagal panen.
  • Gangguan ekologis sehingga beberapa spesies akan penuh dan terjadi perubahan siklus flora dan fauna
  • Perubahan cuaca dapat mengakibatkan munculnya penyakit akibat bencana alam
  • Terjadi peningkatan keasaman air laut.

 

Alternatif Solusi Energi

  1. Intergovermental Panel on Climate Change(IPCC)

IPCC menyimpulkan bahwa sebagian peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 disebabkan  oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat oleh aktivitas manusia. IPCC ini di kemukakan oleh  kurang lebih 30 badan ilmiah dan akademi sains nasional dari negara-negara G8.

Model iklim yang di jadikan acuan oleh proyek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat  1,10 hingga 6,40C (2,00 hingga 11,50F) antara tahun 1990 sampai 2100

  1. Kyoto Protocol

Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Protokol Kyoto mengenai Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim) adalah sebuah amandemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang perubahan iklim (UNFCCC), sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan global

Negara-negara  yang meratifikasi berkomitmen untuk mengurangi emisi  karbon dioksida dan lima gas rumah kaca lainnya yang dihitung selama lima tahun antara 2008-2012. Lima gas rumah kaca tersebut adalah metana, nitrogen oksida, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC. Protokol Kyoto diprediksi akan mengurangi rata-rata cuaca global antara 0,020C sampai 0,280C pada tahun 2050.

Protokol Kyoto di negosiasikan di Kyoto pada Desember  1997, di buka untuk penandatanganan pada 16 Maret 1998, dan di tutup pada 15 Maret 1999.

Persetujuan ini berlaku mulai tahun 2005 setelah ratifikasi resmi yang dilakukan Rusia pada 18 Desember 2004.Target nasional berkisar dari pengurangan  8% Uni Eropa,7  untuk Amerika serikat, 6  untuk Jepang ,0 % untuk Rusia, dan penambahan yang di izinkan sebesar 8% untuk Australia dan 10% untuk Islandia.