Apa Yang Harus Dilakuin Kalo Punya Masa Kecil Nggak Bahagia?

There’s a weight in the room now, a rememberance of childhood, it sinks like a stone or heart or my weight on a good day. Quotes dari Kris Kidd ini mendeskripsikan  perasaan nostalgia buat kita yang punya masa kecil kurang bahagia. Beberapa dari  kita punya masa kecil yang sempurna, sebagian dari kita sebaliknya. Entah itu broken home, punya orang tua yang galak, korban pelecehan seksual dan masa lalu pahit lain yang bikin kita pengen ngelupain masa kecil kita. Sebanyak 60% dari orang dewasa dilaporkan mengalami kekerasan atau masalah keluarga yang berat di usia dini, 26% orang dewasa pernah melihat atau menyaksikan tindak kekerasan dan mengalami kejadian traumatik di masa kecil menurut hasil survey mentalhaelthconnection.com.

 

Apa yang harus kita lakuin buat get over a bad childhood memory? Kita selalu diajarin buat ‘let go’ tapi mempraktekkannya nggak segampang ngomong atau nulis di sosial media. Jadi apa yang harus kita lakuin buat move on dan berhenti noleh ke belakang?

 

1. REVIEW OUR EARLY CHILDHOOD FROM OTHER PERSPECTIVE

Instead of menangis dan menyesali apa yang terjadi, kita harus belajar melihat masa lalu kita dari sudut pandang yang berbeda. Membayangkan apa iya kita sekuat hari ini, berada di tempat ini, dan bertemu orang-orang yang berarti dalam hidup kita kalo kita dulunya nggak mengalamin hal buruk itu? Reward ourselves is important, we made it. Kita udah berhasil melalui masa sulit dan bertahan sampe detik ini.

 

2. LIST THE DIFFICULT SITUATIONS THAT SEEM TO KEEP RECCURING IN OUR LIFE

Buat mengatasi masalah, kita harus tau apa yang salah. Makanya kita harus berani mengingat apa aja kesulitan masa kecil yang mempengaruhi kehidupan kita. Misal waktu kecil kita dibanding-bandingin sama kakak atau adek kita, kita bisa tumbuh sebagai anak yang ngerasa harus sempurna dan bahkan pura-pura sempurna karena butuh validasi orang lain buat ngerasa cukup dan bahagia. Kita harus jujur sama diri sendiri dan berusaha untuk mengoreksi trauma dan kesedihan macam apa yang bikin kita terhambat tumbuh secara mental hari ini.

 

3. LIST QUALITIES OF OUR IDENTITIES

Selain mengingat kesulitan, kita juga harus fokus sama kelebihan dan kenangan indah yang mungkin jadi kita abaikan karena saking beratnya trauma masa kecil. It’ll help us realize that we’re loved.

 

4. FIND A WAY TO EXPRESS OUR EMOTIONS

Nggak ada gunanya nyimpen emosi dan berpura-pura okay.  Tinggal memilih ekspresi macam apa yang baik dan nggak menyakiti diri kita dan orang lain. Bisa dengan menulis puisi, bermain musik, ikutan ekskul, ngobrol ke orang terdekat dan cara yang pas buat melampiaskan dan ngungkapin perasaan kita.

 

5. GIVE OURSELVES SOMETHING TO LOOK FORWARD TO

Don’t look back, we’re not going that way. Kita harus nyari alasan dan mengenali apa aja yang sampe sekarang bikin kita bertahan. Bisa jadi impian, bisa juga relationship dan hobi. Apapun itu, kita harus punya alasan buat ngelanjutin hidup dan berusaha untuk menjadikan masa lalu yang nggak bahagia sebagai kekuatan untuk thriving.

 

The sun will rise and we’ll try again!

Leave a Comment