Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas
TRIBUNNEWS.COM, LABUAN BAJO- Tidak mau ketinggalan dengan para pejabat di Pemkab Manggarai Barat, 10 ekor sapi milik warga sekitar Bandar Udara (Bandara) Komodo-Labuan Bajo, ikut mengambil bagian dalam acara “penyambutan” operasi perdana Sky Aviation, Sabtu (3/12/2011).
Aksi sapi-sapi ini langsung menarik perhatian sesaat setelah Bupati Manggarai Barat Drs Agustinus Ch Dula, Wakil Bupati Manggarai Barat Drs Maximus Gasa MSi, Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Barat Mbon Rofinus SH MSi, dan sejumlah pejabat menyambut pemilik Sky Aviation, Yusuf Ardhi, bersama rombongan di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Sapi-sapi tersebut “berhamburan” di sekitar pesawat jenis Fokker 50 tersebut.
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Manggarai Barat, sempat kelimpungan menghadapi “serangan” mendadak sapi-sapi itu. Mereka pun mengejar 10 ekor sapi tersebut. Sebab sapi-sapi ini bergerak menuju pesawat, di mana sejumlah pejabat berada di sekitarnya.
Namun insiden itu hanya berlangsung sekitar lima sampai 10 menit, berkat kesigapan petugas pengaman bandara dibantu sejumlah anggota Satpol PP Kabupaten Manggarai Barat. Rombongan sapi ini tidak sampai mencederai para pajabat dan merusakkan pesawat.
Bahkan satu ekor sapi betina berhasil diamankan anggota Satpol PP dan dibawa ke kantor Satpol PP Manggarai Barat untuk diamankan dan meminta pertanggungjawaban pemilik sapi bersangkutan.
Namun sapi tersebut rupanya tidak ingin menyusahkan pemiliknya, sehingga berhasil memutuskan tali pengikatnya dan kembali kabur melintasi landasan pacu Bandara Komodo-Labuan Bajo, dan lolos dari pengejaran anggota Satpol PP Manggarai Barat.
Kepala Bandara Komodo, Herman Joseph, mengatakan, pasca insiden pesawat tabrak sapi beberapa waktu lalu, pihaknya sudah mengajukan usulan pembangunan pagar pengaman bandara ke Kementerian Perhubungan di Jakarta, untuk menghindari kembali terjadinya insiden tabrakan sapi di landasan pacu bandara.
Namun, katanya, untuk pembangunan pagar pengaman Bandara Komodo-Labuan Bajo, baru akan dimulai pada tahun anggaran 2012 mendatang, dan baru akan dilayani sepanjang 1.100 meter, atau hanya seperlima dari total panjang pagar yang dibutuhkan untuk mengelilingi Bandara Komodo-Labuan Bajo, yakni sepanjang 5.500 meter.
“Tahun 2012 ini kita hanya dapat 1.100 meter, karena memang harus dibagi juga dengan sejumlah bandara yang belum memiliki pagar. Tetapi kita berharap penganggaran untuk pagar Bandara Komodo-Labuan Bajo akan tetap dianggarakan pada tahun-tahun berikutnya, sehingga masyarakat dan para awak pesawat, seperti pilot, bisa lebih nyaman mendarat di Bandara Komodo,” jelas Joseph.
Karena itu sebelum semua bandara dinyatakan aman dengan adanya pagar pengaman, menurut Joseph, pihaknya selalu melakukan pembersihan landasan pacu bandara setiap hari, tepat pukul 05:00 Wita.
Untuk menghindari adanya tabrakan lagi antara pesawat dengan sapi warga, pengelola bandara juga melakukan pengamanan 10 sampai 15 menit sebelum ada pesawat yang hendak mendarat di titik-titik yang biasanya menjadi pintu masuknya sapi ke landasan pacu bandara.
“Kita juga melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah, dengan meminta bantuan pengamanan bandara dari Satpol PP, karena memang kita kekurangan security. Saat ini kita hanya punya 14 orang security. Padahal untuk bandara kelas tiga seperti ini, minimal 40 petugas security. Dan, syukurlah pemerintah daerah menyambut baik permintaan kami, sehingga sudah ada kerja sama yang baik untuk pengamanan bandara saat ini,” tegas Joseph. (*)
Source: Pos Kupang